Surat Al-Hadid Ayat 20: Teks Arab, Latin, Terjemah, Arti Perkata dan Tafsir

Teks Arab, Latin, Terjemah Bahasa Indonesia dan Inggris, Tafsir dan Mufradat / Arti Perkata Surat Al-Hadid Ayat 20 Beserta dengan Latinnya

Hallo adik-adik sekalian, Apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik dan sehat selalu ya. Pada kesempatan kali ini kakak akan kembali berbagi ilmu yang bermanfaat, yaitu membahas kutipan ayat ke-20 dari Surat Al-Hadid. Ayat ini akan kita pelajari bersama mulai dari teks Arab, bacaan latin, terjemahan, arti perkata hingga tafsirnya secara sederhana agar mudah dipahami.

Surat Al-Hadid merupakan surat ke-57 dalam Al-Qur’an yang terdapat pada juz ke-27. Surat ini tergolong sebagai surat Madaniyah karena diturunkan di Madinah dan terdiri dari 29 ayat. Kata “Al-Hadid” sendiri berarti “Besi”, yang memiliki makna kekuatan dan keteguhan. Dalam ayat ke-20 ini, Allah memberikan gambaran yang sangat jelas tentang kehidupan dunia yang sementara dan penuh tipu daya.

Melalui ayat ini, kita diajak untuk merenungkan hakikat kehidupan dunia agar tidak terlena dengan gemerlapnya. Dengan memahami arti dan tafsirnya, diharapkan kita bisa lebih bijak dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Berikut ini adalah Teks Arab, Latin, Terjemah Bahasa Indonesia dan Inggris, serta Arti Perkata dan Tafsir Surat Al-Hadid Ayat 20.

Teks Arab dan Latin Surat Al-Hadid Ayat 20

اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌ ۗوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

I’lamū annamal-ḥayātud-dun-yā la’ibuw wa lahwuw wa zīnatuw wa tafākhurum bainakum wa takāṡurun fil-amwāli wal-aulād, kamaṡali gaiṡin a’jabal-kuffāra nabātuhụ ṡumma yahīju fa tarāhu muṣfarran ṡumma yakụnu huṭāmā, wa fil-ākhirati ‘ażābun syadīduw wa magfiratum minallāhi wa riḍwān, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā’ul-gurụr

Terjemah Surat Al-Hadid Ayat 20

Bahasa Indonesia

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Bahasa Inggris

Know that this worldly life is no more than play, amusement, luxury, mutual boasting, and competition in wealth and children. It is like rain that causes plants to grow, pleasing the farmers, then it dries and turns yellow and becomes debris. In the Hereafter there is severe punishment or forgiveness and pleasure from Allah. The life of this world is nothing but a deceptive enjoyment.

Arti Perkata Surat Al-Hadid Ayat 20

Bacaan Arti
اِعْلَمُوْٓا ketahuilah
اَنَّمَا sesungguhnya hanyalah
الْحَيٰوةُ kehidupan
الدُّنْيَا dunia
لَعِبٌ permainan
وَّلَهْوٌ dan senda gurau
وَّزِيْنَةٌ dan perhiasan
وَّتَفَاخُرٌ dan bermegah-megahan
بَيْنَكُمْ di antara kamu
وَتَكَاثُرٌ dan berbangga-banggaan
فِى pada/tentang
الْاَمْوَالِ harta
وَالْاَوْلَادِ dan anak-anak
كَمَثَلِ seperti perumpamaan
غَيْثٍ hujan
اَعْجَبَ mengagumkan
الْكُفَّارَ orang-orang kafir/petani
نَبَاتُهٗ tanamannya
ثُمَّ kemudian
يَهِيْجُ menjadi kering
فَتَرٰىهُ maka kamu melihatnya
مُصْفَرًّا kuning
ثُمَّ kemudian
يَكُوْنُ menjadi
حُطَامًا hancur
وَفِى dan pada
الْاٰخِرَةِ akhirat
عَذَابٌ azab
شَدِيْدٌ pedih
وَّمَغْفِرَةٌ dan ampunan
مِّنَ dari
اللّٰهِ Allah
وَرِضْوَانٌ dan keridaan
وَمَا dan tidaklah
الْحَيٰوةُ kehidupan
الدُّنْيَا dunia
اِلَّا kecuali
مَتَاعُ kesenangan
الْغُرُوْرِ tipuan

Tafsir Surat Al-Hadid Ayat 20

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menjelaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan tidak kekal. Segala bentuk kesenangan seperti permainan, hiburan, perhiasan, serta kebanggaan terhadap harta dan keturunan hanyalah ujian semata. Allah mengibaratkan kehidupan dunia seperti tanaman yang tumbuh karena hujan, kemudian menguning dan akhirnya hancur. Ini menunjukkan betapa cepatnya dunia berubah dan berakhir.

Di akhirat nanti, manusia akan mendapatkan balasan sesuai amalnya. Ada azab yang pedih bagi mereka yang lalai dan ingkar, serta ampunan dan keridaan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Oleh karena itu, manusia hendaknya tidak tertipu oleh kehidupan dunia.

Tafsir Kemenag Arab Saudi

Dalam tafsir ini dijelaskan bahwa dunia hanyalah tempat bermain dan bersenang-senang yang melalaikan. Manusia sering berlomba-lomba dalam harta dan keturunan hingga lupa tujuan hidup yang sebenarnya. Padahal semua itu hanya sementara dan akan musnah seperti tanaman yang mengering.

Kehidupan akhiratlah yang kekal dan menjadi tujuan utama. Orang-orang yang beriman akan mendapatkan ampunan dan ridha Allah, sedangkan orang-orang yang mengingkari kebenaran akan mendapatkan azab yang berat.

Pelajaran yang Dapat Diambil

Dari ayat ini, terdapat beberapa pelajaran penting yang bisa kita ambil. Pertama, jangan terlalu mencintai dunia secara berlebihan karena sifatnya sementara. Kedua, gunakan harta dan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat. Ketiga, selalu ingat bahwa kehidupan akhirat adalah tujuan utama.

Dengan memahami kandungan ayat ini, diharapkan kita bisa menjadi pribadi yang lebih bijak dalam menjalani kehidupan serta tidak mudah terpedaya oleh gemerlap dunia.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua dalam memahami Al-Qur’an.

Tinggalkan komentar