Surat Al-Hasyr Ayat 7: Teks Arab, Latin, Terjemah, Tafsir dan Arti Perkata

Teks Arab, Latin, Terjemah Bahasa Indonesia dan Inggris, Tafsir serta Arti Perkata / Mufradat dari Surat Al-Hasyr Ayat 7

Surat Al-Hasyr ayat 7 merupakan salah satu ayat yang menjelaskan tentang konsep distribusi harta dalam Islam, khususnya yang berkaitan dengan harta fa’i. Ayat ini mengandung pelajaran penting mengenai keadilan sosial, kepedulian terhadap sesama, serta ketaatan kepada Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa harta fa’i bukanlah milik individu tertentu, melainkan diperuntukkan bagi kepentingan umat secara luas. Dengan demikian, Islam sangat menekankan pemerataan ekonomi dan mencegah penumpukan kekayaan hanya pada segelintir orang saja.

Fa’i sendiri adalah harta yang diperoleh kaum muslimin dari orang-orang kafir tanpa melalui peperangan. Contohnya seperti hasil perjanjian damai, pajak (jizyah), kharaj, maupun harta yang ditinggalkan tanpa ahli waris. Berbeda dengan ghanimah (harta rampasan perang), fa’i memiliki aturan distribusi yang lebih luas demi kemaslahatan umum.

Konsep ini menunjukkan bahwa Islam memiliki sistem ekonomi yang berorientasi pada keseimbangan sosial. Tidak hanya memperhatikan hak individu, tetapi juga memastikan bahwa kelompok lemah seperti fakir miskin, anak yatim, dan musafir tetap mendapatkan perhatian.

Teks Arab Surat Al-Hasyr Ayat 7

مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ كَىْ لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ ٱلْأَغْنِيَآءِ مِنكُمْ ۚ وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Mā afā`allāhu ‘alā rasūlihī min ahlil-qurā fa lillāhi wa lir-rasūli wa liżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wabnis-sabīli kai lā yakūna dūlatam bainal-agniyā`i minkum, wa mā ātākumur-rasūlu fa khużūhu wa mā nahākum ‘anhu fantahū, wattaqullāh, innallāha syadīdul-‘iqāb.

Terjemah Surat Al-Hasyr Ayat 7

Bahasa Indonesia

Apa saja harta fa’i yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri, maka harta itu adalah untuk Allah, Rasul, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.

Bahasa Inggris

And what Allah restored to His Messenger from the people of the towns – it is for Allah and for the Messenger and for his near relatives and orphans and the needy and the traveler – so that it will not circulate only among the rich among you. And whatever the Messenger has given you – take; and what he has forbidden you – refrain from. And fear Allah; indeed, Allah is severe in penalty.

Arti Perkata Surat Al-Hasyr Ayat 7

Bacaan Arti
مَّآ apa
أَفَآءَ mengembalikan
ٱللَّهُ Allah
عَلَىٰ atas
رَسُولِهِۦ rasul-Nya
مِنْ dari
أَهْلِ penduduk
ٱلْقُرَىٰ negeri
فَلِلَّهِ maka untuk Allah
وَلِلرَّسُولِ dan untuk rasul
وَلِذِى dan bagi
ٱلْقُرْبَىٰ kerabat
وَٱلْيَتَٰمَىٰ anak yatim
وَٱلْمَسَٰكِينِ orang miskin
وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ musafir
كَىْ agar
لَا tidak
يَكُونَ terjadi
دُولَةً beredar
بَيْنَ di antara
ٱلْأَغْنِيَآءِ orang kaya
مِنكُمْ di antara kamu
وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ apa yang diberikan kepadamu
ٱلرَّسُولُ rasul
فَخُذُوهُ maka ambillah
وَمَا نَهَىٰكُمْ apa yang dilarang
عَنْهُ darinya
فَٱنتَهُوا۟ tinggalkanlah
وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ bertakwalah kepada Allah
إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ Allah sangat keras azab-Nya

Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat 7

Ayat ini menjelaskan bahwa harta fa’i harus didistribusikan secara adil kepada pihak-pihak yang telah ditentukan. Tujuannya adalah agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi di tengah masyarakat, di mana kekayaan hanya berputar di kalangan orang kaya saja.

Selain itu, ayat ini juga menjadi dalil penting tentang kewajiban menaati Rasulullah. Segala yang diperintahkan oleh Rasul harus diikuti, dan segala yang dilarang harus ditinggalkan. Ini menunjukkan bahwa ajaran Rasul merupakan bagian dari wahyu yang harus ditaati oleh setiap muslim.

Perintah untuk bertakwa di akhir ayat menjadi penegasan bahwa segala aturan tersebut bukan sekadar hukum sosial, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah. Orang yang melanggar aturan ini akan mendapatkan balasan yang keras dari Allah SWT.

Dengan memahami ayat ini, umat Islam diajarkan untuk tidak bersikap egois dalam harta, melainkan berbagi dan memperhatikan kesejahteraan sesama. Nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang adil dan harmonis.

Tinggalkan komentar