Teks Arab, Latin, Terjemah Indonesia Inggris dan Arti perkata Surat Al-Qashash Ayat 79
Pada ayat ini Allah SWT menggambarkan sebuah peristiwa yang sangat jelas tentang kehidupan seorang yang dilimpahi kekayaan, yaitu Karun. Diceritakan bahwa pada suatu hari Karun keluar di tengah-tengah kaumnya dengan penuh kemegahan. Ia tampil dengan pakaian yang indah, perhiasan yang berkilauan, serta diiringi oleh para pengawal dan pelayan yang menunjukkan betapa besar kekuasaan dan kekayaannya.
Pemandangan tersebut tentu menarik perhatian banyak orang. Tidak sedikit dari kaumnya yang terpesona oleh apa yang mereka lihat. Kemewahan yang ditampilkan Karun membuat sebagian orang merasa kagum, bahkan timbul keinginan dalam hati mereka untuk memiliki kehidupan serupa.
Namun, sikap seperti ini sejatinya adalah sikap yang tercela. Kebanggaan terhadap harta dan kemewahan dunia tanpa disertai rasa syukur dan keimanan yang kuat hanya akan menjerumuskan seseorang pada kesombongan. Hal inilah yang terjadi pada Karun, yang akhirnya menjadi contoh buruk dalam sejarah.
Akibat dari peristiwa tersebut, masyarakat terbagi menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah mereka yang hanya berorientasi pada kehidupan dunia. Mereka beranggapan bahwa kebahagiaan sejati adalah memiliki harta yang melimpah, hidup dalam kemewahan, serta bebas menikmati segala kenikmatan dunia.
Golongan ini berkata dengan penuh harap, “Seandainya kita memiliki seperti apa yang telah diberikan kepada Karun.” Mereka melihat kekayaan sebagai ukuran keberhasilan dan keberuntungan yang besar. Dalam pandangan mereka, orang yang memiliki harta melimpah adalah orang yang paling beruntung.
Padahal, pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kekayaan hanyalah ujian dari Allah SWT. Seseorang bisa saja diberi harta yang banyak, namun jika tidak digunakan dengan baik, maka justru akan menjadi sebab kebinasaan.
Fenomena seperti ini tidak hanya terjadi pada zaman dahulu, tetapi juga masih sangat relevan hingga sekarang. Di era modern, kita sering melihat banyak orang berlomba-lomba mengejar kekayaan dan gaya hidup mewah. Mereka rela melakukan berbagai cara, bahkan yang bertentangan dengan aturan agama dan hukum, demi mencapai tujuan tersebut.
Keinginan untuk hidup mewah sering kali mendorong seseorang untuk melakukan kecurangan, korupsi, dan berbagai tindakan yang merugikan orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan berlebihan terhadap dunia dapat membawa dampak yang sangat buruk.
Oleh karena itu, ayat ini memberikan pelajaran penting agar manusia tidak terjebak dalam gemerlap dunia. Kekayaan bukanlah segalanya, dan keberuntungan sejati bukanlah diukur dari banyaknya harta, melainkan dari ketakwaan dan kedekatan kepada Allah SWT.
Berikut ini Adalah Teks Arab, Latin, Terjemah Indonesia Inggris dan Arti perkata Surat Al-Qashash Ayat 79
Teks Arab Surat Al-Qashash Ayat 79
Latin Surat Al-Qashash Ayat 79
fa kharaja ‘alā qaumihī fī zīnatih, qālallażīna yurīdụnal-ḥayātad-dun-yā yā laita lanā miṡla mā ụtiya qārụnu innahụ lażụ haẓẓin ‘aẓīm
Terjemah Surat Al-Qashash Ayat 79
Bahasa Indonesia
Maka keluarlah dia (Karun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, “Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Karun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.”
Bahasa Inggris
So he came out before his people in his adornment. Those who desired the worldly life said, “Oh, would that we had like what was given to Qarun. Indeed, he is one of great fortune.”
Arti Perkata Surat Al-Qashash Ayat 79
| Arab | Arti |
| فَخَرَجَ | maka ia keluar |
| عَلٰى | atas/terhadap |
| قَوْمِهٖ | kaumnya |
| فِيْ | dalam |
| زِيْنَتِهٖ | perhiasannya/kemegahannya |
| قَالَ | berkata |
| الَّذِيْنَ | orang-orang yang |
| يُرِيْدُوْنَ | menginginkan |
| الْحَيٰوةَ | kehidupan |
| الدُّنْيَا | dunia |
| يٰلَيْتَ | wahai kiranya |
| لَنَا | bagi kami |
| مِثْلَ | seperti |
| مَآ | apa yang |
| اُوْتِيَ | diberikan |
| قَارُوْنُ | Karun |
| اِنَّهٗ | sesungguhnya dia |
| لَذُوْ | benar-benar memiliki |
| حَظٍّ | keberuntungan |
| عَظِيْمٍ | yang besar |
Tafsir dan Pelajaran yang Dapat Diambil
Ayat ini memberikan pelajaran penting tentang bagaimana manusia sering kali terpedaya oleh gemerlap dunia. Ketika melihat orang lain hidup dalam kemewahan, tidak jarang muncul rasa iri dan keinginan untuk memiliki hal yang sama, tanpa mempertimbangkan bagaimana cara mendapatkannya.
Islam mengajarkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Harta, jabatan, dan kemewahan bukanlah ukuran kebahagiaan yang sesungguhnya. Kebahagiaan yang hakiki adalah ketika seseorang memiliki hati yang tenang, iman yang kuat, serta selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Kisah Karun menjadi pengingat agar manusia tidak sombong ketika diberikan kelebihan. Sebaliknya, harta yang dimiliki seharusnya digunakan untuk kebaikan, membantu sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan memahami ayat ini, diharapkan kita dapat lebih bijak dalam memandang kehidupan dunia, tidak mudah iri terhadap orang lain, serta selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.