Arti Perkata Surah Al-Baqarah Ayat 177, Latin Arab Terjemah

Arti perkata surah Al-Baqarah ayat 177 memberikan penjelasan yang sangat dalam mengenai makna kebajikan dalam pandangan Islam. Banyak orang mengira bahwa kebaikan hanya sebatas pada ritual ibadah seperti arah menghadap ketika shalat. Namun melalui ayat ini, Allah سبحانه وتعالى menegaskan bahwa kebaikan sejati jauh lebih luas dari sekadar hal tersebut.

Ayat ini turun sebagai bantahan terhadap anggapan sebagian kaum terdahulu, khususnya Yahudi dan Nasrani, yang memandang bahwa menghadap ke arah tertentu merupakan inti dari kebaikan. Padahal, hakikat kebajikan adalah keimanan yang benar serta amal nyata yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Dengan kata lain, Islam mengajarkan bahwa kebaikan mencakup tiga aspek utama, yaitu aqidah (keimanan), ibadah (penghambaan kepada Allah), dan muamalah (hubungan sosial antar manusia). Ketiganya harus berjalan seimbang agar seseorang dapat disebut sebagai orang yang benar dan bertakwa.

Berikut ini Teks Arab, Latin, Terjemah Indonesia Serta Mufradat Surah Al-Baqarah Ayat 177

Kutipan Teks Arab QS Al-Baqarah Ayat 177

لَيْسَ الْبِرَّاَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْا ۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

Teks Latin QS Al-Baqarah Ayat 177

laisal-birra an tuwallụ wujụhakum qibalal-masyriqi wal-magribi wa lākinnal-birra man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wal-malā`ikati wal-kitābi wan-nabiyyīn, wa ātal-māla ‘alā ḥubbihī żawil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīna wabnas-sabīli was-sā`ilīna wa fir-riqāb, wa aqāmaṣ-ṣalāta wa ātaz-zakāh, wal-mụfụna bi’ahdihim iżā ‘āhadụ, waṣ-ṣābirīna fil-ba`sā`i waḍ-ḍarrā`i wa ḥīnal-ba`s, ulā`ikallażīna ṣadaqụ, wa ulā`ika humul-muttaqụn

Terjemah Bahasa Indonesia QS Al-Baqarah Ayat 177

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya. Mereka juga mendirikan salat, menunaikan zakat, menepati janji apabila berjanji, dan bersabar dalam kesempitan, penderitaan, serta dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan bertakwa.

Arti Perkata Surah Al-Baqarah Ayat 177

Ayat Arti
لَيْسَ bukanlah
الْبِرَّ kebaikan
اَنْ bahwa
تُوَلُّوْا kamu menghadapkan
وُجُوْهَكُمْ wajahmu
قِبَلَ ke arah
الْمَشْرِقِ timur
وَالْمَغْرِبِ dan barat
وَلٰكِنَّ akan tetapi
مَنْ orang yang
اٰمَنَ beriman
بِاللّٰهِ kepada Allah
وَالْيَوْمِ dan hari
الْاٰخِرِ akhir
وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ dan malaikat
وَالْكِتٰبِ dan kitab
وَالنَّبِيّٖنَ dan nabi-nabi
وَاٰتَى dan memberikan
الْمَالَ harta
ذَوِى الْقُرْبٰى kepada kerabat
وَالْيَتٰمٰى anak yatim
وَالْمَسٰكِيْنَ orang miskin
وَابْنَ السَّبِيْلِ musafir
وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ peminta-minta
وَفِي الرِّقَابِ memerdekakan hamba
وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ mendirikan salat
وَاٰتَى الزَّكٰوةَ menunaikan zakat
وَالْمُوْفُوْنَ orang yang menepati
بِعَهْدِهِمْ janji mereka
وَالصّٰبِرِيْنَ orang yang sabar
فِى الْبَأْسَاۤءِ dalam kesempitan
وَالضَّرَّاۤءِ dan penderitaan
وَحِيْنَ الْبَأْسِ dan saat perang
اُولٰۤىِٕكَ mereka itulah
صَدَقُوْا orang yang benar
الْمُتَّقُوْنَ orang bertakwa

Penjelasan Kandungan Ayat

Jika diperhatikan lebih dalam, ayat ini mengandung prinsip-prinsip penting dalam kehidupan seorang muslim. Pertama adalah keimanan, yaitu percaya kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, dan para nabi. Ini merupakan fondasi utama yang tidak boleh goyah.

Kedua adalah amal sosial, seperti memberikan harta kepada yang membutuhkan. Menariknya, dalam ayat ini disebutkan bahwa harta yang diberikan adalah harta yang dicintai, yang menunjukkan bahwa pengorbanan dalam Islam memiliki nilai yang tinggi.

Ketiga adalah ibadah, yaitu mendirikan salat dan menunaikan zakat. Dua ibadah ini menjadi simbol hubungan manusia dengan Allah sekaligus dengan sesama.

Keempat adalah akhlak, seperti menepati janji dan bersabar dalam berbagai kondisi, baik saat lapang maupun sempit. Sifat sabar di sini mencakup kesabaran dalam menghadapi ujian hidup hingga kondisi sulit seperti peperangan.

Di akhir ayat, Allah menyebutkan bahwa mereka yang memiliki sifat-sifat tersebut adalah orang-orang yang benar imannya dan termasuk golongan orang-orang yang bertakwa.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kebaikan dalam Islam tidak hanya diukur dari aspek lahiriah semata, tetapi mencakup keseluruhan aspek kehidupan. Keimanan yang kuat, ibadah yang konsisten, serta kepedulian sosial yang tinggi menjadi ciri utama seorang muslim yang sejati.

Semoga dengan memahami arti perkata serta kandungan ayat ini, kita dapat lebih mudah mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan komentar