Surat An-Nahl Ayat 125: Teks Arab, Latin, Terjemah, Arti Perkata dan Tafsir

Teks Arab, Latin, Terjemah Bahasa Indonesia dan Inggris, Tafsir dan Mufradat / Arti Perkata Surat An-Nahl Ayat 125 Beserta dengan Latinnya

Hallo adik-adik sekalian, apa kabar? Semoga selalu dalam keadaan baik, sehat, dan penuh semangat dalam menuntut ilmu. Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari salah satu ayat penting dalam Al-Qur’an, yaitu ayat ke-125 dari Surat An-Nahl. Ayat ini sangat terkenal karena berisi tentang metode berdakwah yang baik dan benar menurut ajaran Islam.

Dalam artikel ini, kita tidak hanya akan melihat teks Arab dan latin saja, tetapi juga dilengkapi dengan terjemah dalam bahasa Indonesia dan Inggris, arti perkata, isi kandungan, serta tafsir dari ayat tersebut. Dengan begitu, diharapkan kita bisa memahami maknanya secara lebih mendalam.

Surat An-Nahl sendiri merupakan surat ke-16 dalam Al-Qur’an yang terdapat pada juz ke-14. Surat ini tergolong sebagai surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di kota Mekkah sebelum hijrah. Jumlah ayatnya sebanyak 128 ayat, dan dinamakan “An-Nahl” yang berarti “Lebah”, karena dalam surat ini terdapat pembahasan tentang lebah sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah.

Teks Arab dan Latin Surat An-Nahl Ayat 125

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Ud’u ilā sabīli rabbika bil-ḥikmati wal-mau‘iẓatil-ḥasanati wa jādil-hum billatī hiya aḥsan, inna rabbaka huwa a‘lamu biman ḍalla ‘an sabīlihī wa huwa a‘lamu bil-muhtadīn.

Ayat ini merupakan pedoman penting dalam berdakwah, baik bagi para ulama, dai, maupun seluruh umat Islam. Allah memberikan arahan bagaimana cara menyampaikan kebenaran dengan cara yang bijak dan penuh kelembutan.

Terjemah Surat An-Nahl Ayat 125

Bahasa Indonesia

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Bahasa Inggris

Invite all to the Way of your Lord with wisdom and kind advice, and only debate with them in the best manner. Surely your Lord alone knows best who has strayed from His Way and who is rightly guided.

Dari terjemahan tersebut, kita bisa memahami bahwa Islam mengajarkan kelembutan, kebijaksanaan, serta etika dalam berkomunikasi, terutama saat menyampaikan kebenaran kepada orang lain.

Arti Perkata Surat An-Nahl Ayat 125

Bacaan Arti
اُدْعُ serulah
اِلٰى kepada
سَبِيْلِ jalan
رَبِّكَ Tuhanmu
بِالْحِكْمَةِ dengan hikmah
وَالْمَوْعِظَةِ dan pelajaran
الْحَسَنَةِ yang baik
وَجَادِلْهُمْ dan bantahlah mereka
بِالَّتِيْ dengan (cara) yang
هِيَ ia
اَحْسَنُ baik
اِنَّ sesungguhnya
رَبَّكَ Tuhanmu
هُوَ Dia
اَعْلَمُ lebih mengetahui
بِمَنْ dengan/pada siapa
ضَلَّ tersesat
عَنْ dari
سَبِيْلِهٖ jalan-Nya
وَهُوَ dan Dia
اَعْلَمُ lebih mengetahui
بِالْمُهْتَدِيْنَ orang-orang yang mendapat petunjuk

Dengan memahami arti perkata seperti di atas, kita bisa lebih mudah menghafal sekaligus memahami makna ayat secara detail dan menyeluruh.

Isi Kandungan Surat An-Nahl Ayat 125

Berikut beberapa poin penting yang dapat diambil dari ayat ini:

  1. Allah memerintahkan untuk berdakwah mengajak manusia ke jalan-Nya.
  2. Dakwah harus dilakukan dengan hikmah, yaitu kebijaksanaan dan pemahaman yang tepat.
  3. Memberikan nasihat dengan cara yang baik dan penuh kelembutan.
  4. Jika terjadi perbedaan pendapat, maka lakukan diskusi atau debat dengan cara yang santun.
  5. Hidayah sepenuhnya adalah hak Allah, manusia hanya bertugas menyampaikan.
  6. Allah Maha Mengetahui siapa yang tersesat dan siapa yang mendapat petunjuk.

Ayat ini juga menjadi pengingat bahwa dalam menyampaikan kebenaran tidak boleh menggunakan cara kasar atau memaksa, melainkan harus dengan pendekatan yang baik.

Tafsir Surat An-Nahl Ayat 125

Tafsir Kemenag RI

Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyeru manusia ke jalan Allah dengan cara yang penuh hikmah, yakni dengan perkataan yang benar, tegas, dan bijaksana. Selain itu, juga menggunakan pengajaran yang baik agar mudah diterima oleh hati. Jika menghadapi penolakan, maka hendaknya berdialog dengan cara yang santun dan tidak kasar. Allah-lah yang paling mengetahui siapa yang sesat dan siapa yang mendapatkan petunjuk.

Tafsir Kemenag Arab Saudi

Dalam tafsir ini dijelaskan bahwa dakwah dilakukan dengan hikmah yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah. Nasihat diberikan dengan cara yang baik agar manusia terdorong untuk melakukan kebaikan. Jika harus berdebat, maka dilakukan dengan cara terbaik, penuh kelembutan, dan tidak menyakiti. Karena tugas seorang pendakwah hanyalah menyampaikan, sedangkan hidayah adalah hak Allah semata.

Melalui ayat ini, kita diajarkan pentingnya akhlak dalam berdakwah. Tidak hanya isi pesan yang penting, tetapi juga cara penyampaiannya harus mencerminkan nilai-nilai Islam yang penuh kasih sayang.

Semoga dengan mempelajari Surat An-Nahl Ayat 125 ini, kita dapat mengambil pelajaran berharga dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Tinggalkan komentar