Teks Arab, Latin, Terjemah Bahasa Indonesia dan Inggris, Tafsir dan Mufradat / Arti Perkata Surat Ali-Imran Ayat 97 Beserta dengan Latinnya
Hallo adik-adik sekalian, Apa kabar? Semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat, semangat belajar, dan berada dalam lindungan Allah SWT. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu ayat penting dalam Al-Qur’an, yaitu Surat Ali-Imran Ayat 97 yang berisi tentang kewajiban ibadah haji bagi umat Islam yang mampu.
Pembahasan kali ini akan disajikan secara lengkap mulai dari teks Arab, latin, terjemah bahasa Indonesia dan Inggris, arti perkata (mufradat), hingga tafsir yang mudah dipahami. Dengan begitu, diharapkan teman-teman bisa lebih memahami isi kandungan ayat ini secara menyeluruh.
Surat Ali-Imran sendiri merupakan surat ke-3 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 200 ayat. Surat ini termasuk golongan surat Madaniyah, yaitu diturunkan di Kota Madinah. Nama “Ali-Imran” diambil dari kisah keluarga Imran yang memiliki banyak pelajaran penting bagi umat Islam.
Adapun ayat ke-97 ini menjelaskan tentang kemuliaan Baitullah (Ka’bah) serta kewajiban melaksanakan ibadah haji bagi setiap muslim yang mampu, baik dari segi fisik, finansial, maupun keamanan dalam perjalanan.
Teks Arab dan Latin Surat Ali-Imran Ayat 97
Fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm(a), wa man dakhalahū kāna āminā(n), wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā‘a ilaihi sabīlā(n), wa man kafara fa innallāha ganiyyun ‘anil-‘ālamīn(a).
Melalui bacaan latin di atas, diharapkan teman-teman yang belum lancar membaca huruf Arab tetap bisa mengikuti dan mempelajari ayat ini dengan baik.
Terjemah Surat Ali-Imran Ayat 97
Bahasa Indonesia
Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya dari seluruh alam.
Bahasa Inggris
In it are clear signs and the standing-place of Abraham. Whoever enters it should be safe. Pilgrimage to this House is an obligation by Allah upon whoever is able among the people. And whoever disbelieves, then surely Allah is not in need of any of His creation.
Dari terjemahan di atas, kita dapat mengetahui bahwa ayat ini menegaskan kewajiban ibadah haji serta menunjukkan bahwa Allah tidak membutuhkan ibadah manusia, melainkan manusia yang membutuhkan-Nya.
Arti Perkata Surat Ali-Imran Ayat 97
| Latin | Arab | Arti |
|---|---|---|
| fīhi | فِيهِ | padanya |
| āyātun | ءَايَٰتٌ | tanda-tanda |
| bayyinātun | بَيِّنَٰتٌ | yang nyata |
| maqāmu | مَّقَامُ | maqam |
| ibrāhīma | إِبْرَٰهِيمَ | Ibrahim |
| waman | وَمَن | dan barang siapa |
| dakhalahu | دَخَلَهُ | memasukinya |
| kāna | كَانَ | adalah |
| āminan | ءَامِنًا | aman |
| walillāhi | وَلِلَّهِ | dan bagi Allah |
| ‘alā | عَلَى | atas |
| an-nāsi | النَّاسِ | manusia |
| ḥijju | حِجُّ | haji |
| al-bayti | الْبَيْتِ | Baitullah |
| mani | مَنِ | siapa |
| istaṭā‘a | اسْتَطَاعَ | mampu |
| ilaihi | إِلَيْهِ | kepadanya |
| sabīlan | سَبِيلًا | jalan/perjalanan |
| waman | وَمَن | dan barang siapa |
| kafara | كَفَرَ | mengingkari |
| fa-inna | فَإِنَّ | maka sesungguhnya |
| allāha | اللَّهَ | Allah |
| ghaniyyun | غَنِيٌّ | Maha Kaya |
| ‘ani | عَنِ | dari |
| al-‘ālamīna | الْعَالَمِينَ | semesta alam |
Dengan memahami arti perkata seperti di atas, teman-teman bisa lebih mudah memahami makna ayat secara rinci dan mendalam.
Isi Kandungan Surat Ali-Imran Ayat 97
- Baitullah memiliki tanda-tanda kebesaran Allah yang nyata, seperti Maqam Ibrahim.
- Orang yang memasuki Baitullah akan mendapatkan jaminan keamanan.
- Ibadah haji merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu.
- Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan ibadah manusia.
- Orang yang mengingkari kewajiban haji termasuk dalam golongan yang kufur terhadap perintah Allah.
Tafsir Surat Ali-Imran Ayat 97
Tafsir Kemenag RI
Ayat ini menjelaskan bahwa di dalam Masjidil Haram terdapat tanda-tanda kebesaran Allah, seperti Maqam Ibrahim yang menjadi bukti sejarah pembangunan Ka’bah. Siapa saja yang memasuki tempat tersebut akan merasakan keamanan. Selain itu, Allah mewajibkan ibadah haji bagi umat Islam yang mampu secara fisik, finansial, dan keamanan. Barang siapa yang mengingkari kewajiban tersebut, maka ia dianggap tidak beriman. Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan amal ibadah manusia.
Tafsir Ringkas
Secara umum, ayat ini menegaskan bahwa Ka’bah adalah tempat suci yang dimuliakan oleh Allah. Ibadah haji menjadi bentuk ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya. Namun, Allah tidak membutuhkan ibadah tersebut, melainkan manusia yang membutuhkan pahala dan rahmat dari-Nya.
Penutup
Demikian pembahasan mengenai Surat Ali-Imran Ayat 97 lengkap dengan teks Arab, latin, terjemah, arti perkata, isi kandungan, dan tafsirnya. Semoga dengan adanya penjelasan ini dapat membantu teman-teman dalam memahami makna ayat Al-Qur’an dengan lebih baik.
Jangan lupa untuk terus belajar dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ilmu yang dipelajari menjadi amal jariyah yang bermanfaat. Aamiin.